Tugas Akhir..

Studi Penentuan Posisi Panggung Optimum Untuk Keperluan Pagelaran Musik Paduan Suara di Aula Barat ITB

Latar Belakang

Suatu gedung pertunjukan musik harus memenuhi kondisi akustik yang baik untuk pertunjukan musik. Kondisi akustik ruang dapat tergambar melalui parameter-parameter objektif akustik. Ada beberapa parameter akustik yang umumnya digunakan untuk mengetahui kondisi akustik sebuah ruangan. Parameter-parameter tersebut adalah tingkat bising, distribusi tingkat tekanan suara (SPL), waktu dengung (RT), Clarity (C80), Definition (D50), Rapid Speech Transmission Index (RASTI), dan Inter Aural Cross Corellation (IACC).

Ditinjau dari segi akustik, setiap ruangan yang memiliki geometri dan fungsi yang berbeda akan memiliki kondisi akustik yang berbeda pula. Gedung serbaguna yang baik harus memiliki kondisi akustik tertentu sesuai fungsinya.

Aula Barat ITB sejak dulu digunakan sebagai tempat pertunjukan berbagai jenis musik, pidato, diskusi dan keperluan lain seperti pameran. Gedung ini adalah salah satu gedung peninggalan Belanda dan berbentuk rectangular. Gedung ini dapat dikategorikan sebagai gedung serbaguna karena digunakan untuk berbagai keperluan.

Salah satu jenis musik yang sering dipentaskan di aula barat adalah musik paduan suara. Paduan suara adalah salah satu jenis musik yang terdiri dari kelompok orang yang bernyanyi bersama-sama. Biasanya berdasarkan rentang pitch, kelompok orang tersebut dibagi menjadi 4 jenis golongan suara yakni sopran, alto, tenor, dan bass. Kadang-kadang tiap golongan suara dibagi lagi tergantung dari komposisi suara pada lagu yang dinyanyikan. Jenis musik ini dipentaskan dengan atau tanpa alat musik dan dipimpin oleh satu orang dirigen.

Di aula barat sendiri biasanya pementasan musik paduan suara tidak menggunakan perangkat sound system. Hal ini dilakukan agar musik yang dihasilkan lebih natural karena penggunaan sound system akan mengurangi kualitas suara ditinjau dari aspek musik paduan suara itu sendiri. Sehingga suara penyanyi harus mampu mengisi setiap posisi dalam ruangan dengan tingkat tekanan suara yang diinginkan. Namun setiap pertunjukan musik ini dalam ruangan gedung tersebut, tingkat tekanan suara tidak sama di setiap posisi dalam ruangan tersebut. Oleh karena itu, untuk mengatasi masalah ini penulis melakukan penelitian untuk menentukan posisi panggung yang optimum dalam pementasan musik paduan suara.

Di samping itu juga terdapat masalah kebisingan yang berasal dari luar gedung aula barat. Sumber bising (noise) berasal dari suara mesin kendaraan yang melintas di jalan yang terletak di samping gedung tersebut. Sehingga orang yang sedang menonton pertunjukan merasa terganggu dengan suara bising tersebut. Oleh karena itu, penulis juga melakukan perancangan untuk mengurangi bising yang berasal dari luar gedung menggunakan piranti lunak.

2. Permasalahan

Permasalahan yang dibahas pada tugas akhir ini adalah :

  1. Belum adanya data terukur mengenai posisi panggung yang optimum di gedung Aula Barat ITB
  2. Bagaimana mengurangi bising dari luar ruangan gedung

3. Tujuan dan Sasaran

1. Mendapatkan posisi panggung yang optimal untuk pementasan musik paduan suara dengan cara menganalisis parameter-parameter akustik yang diperoleh melalui pengukuran dan simulasi.

  1. Melakukan evaluasi kondisi akustik di dalam gedung.
  2. Merancang noise reducer untuk mengurangi noise yang datang dari luar gedung

4. Batasan Masalah

  1. Ruang yang akan ditentukan posisi panggung optimumnya adalah ruang utama aula barat ITB
  2. Simulasi dilakukan dengan kondisi ruangan kosong dan penuh oleh pendengar
  3. Pengukuran dilakukan dalam keadaan kondisi ruang kosong
  4. Sumber suara yang digunakan untuk melakukan validasi adalah sumber suara omnidireksional.

Kualitas suara yang diterima oleh manusia dianalisis berdasarkan parameter objektif yang didapatkan dari hasil pengukuran serta simulasi.

Sedikit yang tertarik ke dunia akustik paduan suara

Tidak banyak orang yang tertarik untuk melakukan penelitian tentang akustik paduan suara. Akustik paduan suara ini bisa menyangkut tanggapan subjektif tiap penyanyi (chorister) yang sedang bernyanyi akibat respon ruangan yang berbeda, variasi posisi penyanyi, formasi golongan suara dinamika lagu dan lain-lain. Saya sendiri sebagai salah satu penyanyi di sebuah paduan suara sering bertanya-tanya tentang fenomena-fenomena akustik paduan suara. Misalnya saja, bagaimana distribusi tingkat tekanan suara di ruangan dengan formasi golongan suara yang berbeda. Saya sendiri juga tidak banyak tahu tentang akustik paduan suara ini. Saya ingin tahu lebih jauh tentang hal-hal yang berkaitan dengan ilmu akustik di paduan suara. Kepada teman-teman yang tahu banyak tentang hal tersebut boleh share dan bisa dijadikan bahan diskusi.

thank you

Akhirnya bikin blog juga :)

Akhirnya saya buat blog juga tianharianja.wordpress.com. Hmm, harus rajin-rajin nulis nih padahal saya orangnya agak males nulis dan baca. hahaha… Tapi, ini tantangan barulah buat saya.

Selamat ber-blog ria tian..